Syam's Tech Insider

Berbagi Informasi Seputar Teknologi

Sponsors

LightBlog

Breaking

Friday, January 25, 2019

January 25, 2019

Cara Menghilangkan Blacklist Smadav

Smadav terblacklist biasanya karena smadav yang sobat pakai menggunakan Key Smadav Pro bajakan. Smadav dengan ke pro akan terdeteksi saat antivirus Smadav sobat melakukan update ke versi terbaru.


    1. Pertama nonaktifkan terlebih dahulu Smadav Sobat. Caranya klik icon smadav pada tray icon yang terletak pada pojok kanan bawah. Klik kanan pada icon smadav tersebut kemudian klik exit. Jika muncul notifikasi klik saja ok.
    2. Sekarang sobat masuk ke Registry Editor. caranya klik Start > Run > lalu ketik "Regedit" (tanpa tanda petik). Atau bisa juga dengan cara menekan WINDOW + R lalu ketik "Regedit", Klik ok. Maka akan muncul Registry Editor.
    3. Kemudian pada Registry Editor buka HKEY_CURRENT_USER > Software > Microsoft > Notepad.
    4. Klik folder Notepad 2x kemudian pada bagian kanan cari "lfPitch?ndFamily", "lfPitch?ndFamily2", dan seterusnya jika ada. Hapus semua lfPitch?ndFamily yang ada.
    5. Terakhir tinggal sobat jalankan kembali Smadavnya. Bisa melalui Start > All Programs > SMADAV Antivirus. Nah sekarang SMADAV sobat sudah tidak di blacklist lagi dan kembali ke SMADAV Free.
















    Untuk mendapatkan SMAdAV pro yang asli bisa sobat dapatkan di situs resmi Smadav. Cara pembeliannya bisa sobat lihat pada menu Pro saat sobat membuka SMADAV. 

    Tuesday, December 11, 2018

    December 11, 2018

    Jurnal dan Posting

    Jurnal dan Posting

    Nama   : Syahrul Syamsudin

    Kelas   : 1 Manajemen B 3

    NIM    : 218123303

    Jurnal dan Posting

    A.    JURNAL

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.

    Ada 2 bentuk Jurnal, yaitu Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

    1.      Jurnal Umum adalah jurnal yang mencatat semua jenis transaksi, kecuali yang sudah tercatat dalam jurnal khusus. Untuk perusahaan yang jenis transaksinya masih sedikit, cukup menggunakan jurnal umum dengan dua kolom debit dan kredit.

    Tanggal

    Nama Akun

    Ref

    Jumlah

    Debet

    Kredit

    (1)

    (2)

    (3)

    (4)

    (5)

    Pemakaian kolom-kolom dalam lembar jurnal adalah sebagai berikut:

    (Kolom 1) :   Untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom ini terbagi atas dua bagian. Bagian kiri digunakan untuk mencatat tahun dan bulan, sedangkan bagian kanan untuk mancatat tanggal.

    (Kolom 2) :   Untuk mencatat nama akun yang didebet dan nama akun yang dikredit, dalam kolom ini dicatat juga keterangan atau uraian singkat tentang transaksi yang dicatat.

    (Kolom 3) :   Untuk mencatat nomor akun yang didebet maupun akun yang dikredit.

    (Kolom 4) :   Untuk mencatat jumlah rupiah yang didebet ke dalam akun yag namanya telah tertulis pada kolom (2).

    (Kolom 5) :   Untuk mencatat jumlah rupiah yang dikreditkan ke dalam akun yang namanya telah tertulis pada kolom (2)

    2.      Jurnal Khusus merupakan sebuah jurnal yang melakukan pencatatan transaksi sejenis yang terjadi berulang kali sehingga harus disediakan kolom-kolom khusus untuk melakukan pencatatannya.

    Manfaat Jurnal

    1.      Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan akun-akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi

    1. Jurnal juga merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga dapat memberikan gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi berdasarkan urutan-urutan kejadiannya

    3.      Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dapat dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan

    4.      Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi

    1. Apabila transaksi dicatat langdung di buku besar dan terjadi kesalahan dalam mencatatnya, maka letak kesalahan tersebut akan sulit ditemukan.

    Fungsi Jurnal Umum

    1.      Mencatat/record: mencatat semua transaksi dan kejadian atau peristiwa yang mengakibatkan perubahan posisi harta utang dan modal.

    2.      Hitoris: mencacat transaksi yang telah berlalu secara urut waktu

    3.      Analisis: menganalisis pengaturan transaki terhadap posisi harta utang dan modal

    4.      Instruktif: memberikan intruksi atau perintah untuk mencatat

    5.      Informatif: memberikan penjelasan tentang waktu dan peristiwa ekonomi yang terjadi pengaruhnya terhadap akun yang bersangkutan

    Perbedaan Jurnal dengan Buku Besar:

    1.      Jurnal mencatat pengaruh dari tiap-tiap trasaksi perusahaan terhadap persamaan akuntansi secara kronologis, sedangkan akun-akun buku besar mengelompokkan dan meringkas pengaruh transaksi-transaksi terhadap aset, utang, modal, pendapatan dan beban

    2.      Jurnal merupakan buku pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi pada saat transkasi terjadi, sedangkan buku besar merupakan buku terakhir dimana pendebetan dan pengkreditan dari jurnal dipindahkan kedalamnya, sehingga dapat dikumpulkan dalam akun-akun yang tepat.

    Prinsip Dasar Pembuatan Jurnal

    1.      Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.

    2.      Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.

    3.      Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.

    4.      Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal

    5.      Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.

    6.      Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbemya dibuat sangat harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Prosedur yang harus diikuti dalam menjurnal:

    1.      Tahun di tulis pada baris pertama, biasanya tidak ditulis berulang-ulang

    2.      Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama,jadi nama bulan tidak perlu ditulis berulang-ulang.

    3.      Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil.

    4.      Nama akun yang didebet ditulis merapat kepinggir sebelah kiri dalam kolom 2, dan jumlah pendebetan dimasukkan kedalam sisi kiri atau kolom 4 dalam jumlah kolom

    5.      Nama akun yang dikredit dituls dalam baris berikutnya pada kolom 2 dan ditulis sedikit masuk ke sebelah kanan, jumlah pengkrreditan dicatat pada sisi kanan atau kolom 5 dalam kolom jumlah

    6.      Penjelasan atau keterangan ditulis pada baris berikutnya dalam kolom 2

    Ayat jurnal adalah jurnal yang dibuat untuk suatu transaksi tertentu

    B.     POSTING

    Posting adalah pencatatan transaksi keuangan perusahaan kedalam buku besar dan pembantu buku besar dalam periode tertentu, dengan atau yang melalui proses penjurnalan. Pencatatan di dalam buku besar dilakukan setiap adanya transaksi, dengan kata lain kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan penjurnalan. Kegiatan posting dapat juga dijelaskan sebagai proses pengelompokan transaksi yang terjadi kedalam masing-masing pos yang bersangkutan.

    Kegiatan posting ini harus dilakukan oleh setiap perusahaan, kegiatan ini mempunyai kegunaan untuk mengetahui jumlah saldo setiap akun pada periode tertentu. Dengan adanya buku besar pengguna akuntansi dapat secara langsung mengetahui transaksi- transaksi yang terjadi dan yang berkaitan dengan akun tertentu. Posting dilakukan pada saat yang sama dengan proses perjurnalan transaksi yang bersangkutan ke dalam jurnal umum, tidak dianjurkan untuk melakukan penundaan dalam proses posting. Adanya penundaan dalam proses posting akan memperbesar kemungkinan terjadinya kesalahan di dalam pencatatan transaksi.

    Cara Posting:

    1.      Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal juga dicatat kembali dalam akun yang bersangkutan.

    2.      Apabila posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal harus dituliskan dalam kolom F di akun.

    3.      Menuliskan nomor akun yang telah diposting pada kolom nomor akun di dalam jurnal. Prosedur ini tujuannya :

    Ø  Untuk menunjukkan bahwa ayat jurnal tersebut telah diposting

    Ø  Untuk menunjukkan hubungan antara jurnal dan akun dibuku besar

    Daftar kode akun ( chart of accounts ) adalah nama-nama akun beserta nomor kodenya disusun dalam suatu daftar


     

    KODE AKUN

    Pengelompokan akun dalam 5 golongan yaitu: asset, kewajiban, modal, pendapatan, dan beban.

    Salah satu cara pemberian nomor kode akun dapat dilihat dalam contoh di bawah ini:

    (ASET 1-399)

    Asset Lancar (1-99)

    Kas

    Surat-surat Berharga

    Piutang Usaha

    Perlengkapan Hotel

    Investasi (100-199)

    Investasi-Saham PT ABC

    Aset Tetap (200-299)

    Tanah

    Gedung

    Kendaraan Bermotor

    Mebel

    Asset Lain-lain (300-399)

    Goodwill

    Nomor Kode

     

    1

    10

    20

    50

     

    100

     

    201

    210

    220

    230

     

    301

    KEWAJIBAN (400-599)

    Kewajiban Lancar (400-499)

    Utang Usaha

    Utang Wesel

    Utang Pajak

    Kewajiban Jangka Panjang (500-599)

    Utang Hipotik

    Utang Obligasi

     

     

    400

    410

    450

     

    500

    510

    MODAL (600-699)

    Modal

    Prive

     

    600

    601

    PENDAPATAN (700-799)

    Pendapatan Hotel

    Pendapatan Restoran

    Pendapatan Kolam Renang

    Pendapatan Lain-lain

     

    700

    701

    702

    703

    BEBAN (800-899)

    Beban Gaji

    Beban Listrik

    Beban Telepon

    Beban Advertensi

    Beban Asuransi

     

    800

    802

    803

    804

    805

     

    AKUN SALDO BERJALAN

    Perbedaan akun saldo berjalan dengan akun T adalah

    1.      Letak kolom debet dan kolom kredit tidak berlawanan melainkan berdampingan

    2.      Kolom jumlah rupiah ditambah satu buah, yaitu kolom untuk mencatat saldo akun

    Langkah-langkah untuk mengoreksi kesalahan :

    1.      Periksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debet dan kredit neraca saldo dengan cara mengadakan penjumlahan ulang

    2.      Bandingkan nama-nama akun yang tertulis pada kolom nama akun di neraca saldo, dengan akun-akun yang ada di buku besar

    3.      Periksalah kebenaran penjumlahan sisi debet dan sisi kredit akun-akun di buku besar dan periksa pula perhitungan saldonya

    4.      Bandingkan semua angka yang ada dibuku besar dengan angka-angka yang tercantum dalam jurnal.

    KOREKSI KESALAHAN

    Kesalahan pembukuan bisa terjadi pada setiap tahapan dalam proses akuntansi. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pencatatan di buku besar dapat ditemukan melalui beberapa cara, antara lain melalui prosedur pemeriksaan pembukuan, ditemukan secara kebetulan, atau dapat juga diketahui melalui neraca saldo.

    PROSEDUR MENGOREKSI KESALAHAN

    Kesalahan pada waktu menjurnal dan pada waktu membukukan ke buku besar tidak boleh dikoreksi dengan cara menghapus, sebab bekas-bekas menghapus akan menimbulkan kecurigaan seakan-akan telah terjadi ketidakberesan atau kecurangan. Apabila kesalahan berupa salah menulis nama akun atau salah menulis jumlah dalam jurnal ditemukan sebelum hal itu dibukukan ke buku besar, maka koreksinya dapat dilakukan dengan menarik garis lurus di atas jurnal yang salah tersebut. Bias dilakukn dengan tinta merah. Bila kesalahan menjurnal sudah terlanjur dibukukan ke buku besar, maka cara koreksinya harus dilakukan dengan membuat jurnal koreksi.

    Contoh:

    Bila pengeluaran kas Rp. 8.000.000,00 untuk membeli peralatan kanor telah dijurnal dan dibukukan dengan mendebet akun perlengkapan kantor, maka kesalahan ini harus dikoreksi melalui jurnal. Untuk menentukan jurnal koreksi yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah jurnal yang salah dan jurnal yang benar.

    Jurnal yang salah

    Perlengkapan kantor         Rp. 8.000.000,00

           Kas                                                     Rp. 8.000.000,00

    Jurnal yang benar

    Peralatan kantor                Rp. 8.000.000,00

           Kas                                                     Rp. 8.000.000,00         

                                                                                                                       

    Maka jurnal koreksinya adalah sebagai berikut:

    Peralatan kantor                Rp. 8.000.000,00

           Perlengkapan kantor                          Rp. 8.000.000,00

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

    AL. Haryono Jusup.2011. Dasar - Dasar Akuntansi JILID I EDISI KE-7. STIE YKPN

    http://tugas-rynhrd.blogspot.com/2015/10/review-jurnal-dan-posting.html

    http://tutiklestari125.blogspot.com/2016/07/jurnal-dan-posting.html