NERACA LAJUR
(Resume Materi ke-8, 9)
A.
Pengertian Neraca Lajur
Neraca Lajur atau yang
sering disebut juga dengan kertas kerja adalah suatu kertas atau daftar yang
digunakan untuk mencatat, menyesuaikan, dan menggolongkan semua akun yang ada
di daftar saldo dan dibuat pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan.
Dapat juga diartikan sebagai suatu kertas
berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang dirancang secara khusus untuk
menghimpun semua data akuntansi dari daftar saldo yang dibutuhkan pada saat
perusahaan akan menyusun laporan-laporan keuangan dengan cara yang sistematis.
Kolom dari neraca lajur terdiri dari daftar saldo,
penyesuaian, daftar saldo setelah penyesuaian, laba-rugi, dan laporan posisi
keuangan (neraca). Neraca lajur bukan merupakan bagian dari catatan akuntansi
yang formal dan karena sifatnya tidak formal maka penyusunannya dapat juga
dilakukan dengan menggunakan pensil, sehingga mudah dikoreksi apabila terjadi
kesalahan.
B.
Manfaat Neraca Lajur
Neraca lajur adalah alat
yang berguna untuk memahami arus data akuntansi dari daftar saldo sebelum
penyesuaian sampai ke laporan keuangan.
Manfaat pemakaian neraca lajur, antara lain sebagai
berikut :
- Meringkas
Data dalam Mencatat Keuangan
Fungsi pertama dari neraca
lajur yakni meringkas data dalam pencatatan keuangan, di mana Anda akan
menggolongkan data yang berisi akun keuangan pada perusahaan. Dengan
memanfaatkan neraca lajur, data keuangan akan lebih mudah untuk dilihat dan
digunakan untuk kebutuhan selanjutnya. Data dibuat ringkas dengan tujuan
menunjukkan informasi yang dibutuhkan tanpa proses yang panjang.
- Memeriksa
Kembali Data
Fungsi kedua dari neraca lajur yakni untuk melakukan
pemeriksaan ulang data. Anda dimungkinkan untuk memeriksa kembali data pada
pencatatan sebelumnya menggunakan neraca lajur ini, terutama dalam neraca saldo
dan jurnal penyesuaian. Dalam pencatatan keuangan sangat mudah terjadi
kesalahan, misalnya saja akibat kesalahan manusia (human error) atau kesalahan perangkat
lunak yang digunakan. Oleh karena itu, proses pemeriksaan data yang dilakukan
dalam neraca lajur akan dimanfaatkan untuk menghindari kesalahan pencatatan
keuangan secara keseluruhan.
- Membantu
Menyusun Laporan Keuangan
Fungsi yang ketiga sesuai
dengan pembahasaan di atas, di mana pencatatan dalam neraca lajur merupakan
alat bantu dalam proses pembuatan laporan keuangan.
Hal ini disebabkan adanya data-data dalam neraca lajur
yang sudah mencakup seluruh data yang dibutuhkan dalam menyusun laporan keuangan.
Tentunya
ini akan sangat memudahkan dan menghemat waktu dalam menyusun laporan keuangan,
tanpa perlu mencari data dari sumber yang terlalu banyak.
- Menunjukan
Prosedur yang Telah Dijalankan
Fungsi terakhir dari neraca lajur adalah untuk menunjukkan
prosedur pencatatan keuangan yang telah dijalankan oleh perusahaan. Dengan
demikian, hal ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kredibilitas
dalam mencatat dan mengelola keuangan dengan benar. Selain itu, jelas bahwa
laporan keuangan yang dibuat pun memiliki kredibilitas karena disusun
berdasarkan neraca lajur, yang merupakan bagian dari prosedur pencatatan
keuangan.
C.
Tujuan Penyusunan Neraca Lajur
- Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
- Untuk melihat perkiraanyang terjadi dalam
kegiatan perusahaan sehari-hari, sehingga pihak manajemen dapat mengontrol
setiap pengeluaran perusahaan dalam menunjuang kegiatan atau operasinya.
- Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari
neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum
disusun laporan keuangan yang formal.
- Untuk mempermudah
pencarian kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal
penyesuaian.
D.
Proses Penyusunan Neraca Lajur
Penyusunan neraca lajur
dimulai dari daftar saldo sebelum diadakan penyesuaian dan kemudian dengan
memasukkan data-data penyesuaian dapatlah ditentukan data-data yang akan
dicantumkan dalam laporan keuangan. Neraca lajur tersebut haruslah disusun
secara berkolom-kolom dan untuk perusahaan dagang ataupun jasa biasanya terdiri
dari 10 kolom, yaitu :
1.
Kolom daftar saldo yang terdiri dari kolom Debet (D) dan
Kredit (K)
2.
Kolom penyesuaian yang terdiri dari kolom Debet (D) dan
Kredit (K)
3.
Kolom daftar saldo setelah penyesuaian yang terdiri dari
kolom Debet (D) dan Kredit (K)
4.
Kolom laba-rugi yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit
(K)
5.
Kolom laporan posisi keuangan (neraca) yang terdiri dari
kolom Debet (D) dan Kredit (K)
Proses penyusunannya adalah sebagai berikut :
- Membuat
Format Neraca Lajur
Pertama-tama buat judul ditulis di
tengah atas yang terdiri dari:
·
[Nama perusahaan],
·
Neraca lajur, dan
·
Periode penyusunan
Kemudian tentukan jumlah lajur yang sesuai dengan
kebutuhan perusahaan, kemudian masukkan format setiap lajurnya seperti contoh
berikut:
[Nama Perusahaan]
Neraca Lajur
Periode Penyusunan: …………..
- Mengisi
Akun-akun Beserta Jumlah Saldo Perkiraan pada Kolom Neraca Saldo
Umumnya mudah terjadi
kesalahan pada tahap ini, jadi masukkan secara hati-hati dan lakukan pengecekan
ulang
- Menjumlahkan
Kolom Neraca Saldo
Dalam
langkah ketiga ini, pastikan kedua kolom berjumlah seimbang (balance).
- Masukkan
Informasi Akun-akun yang Telah Disesuaikan
Kemudian, masukkan informasi akun-akun pada jurnal penyesuaian dengan
memastikan nama akun/perkiraan yang tidak terdapat pada neraca saldo
ditambahkan dibagian bawah dan menyesuaikan dengan kode akunnya.
Jumlahkan saldo jurnal penyesuaian sampai ditemukan angka yang
seimbang (balance).
- Mengisi
Kolom Neraca Saldo Disesuaikan
Untuk
mengisi kolom neraca saldo disesuaikan, jumlahkan kolom debet di neraca saldo
dengan kolom debet di kolom penyesuaian. Demikian pula halnya dengan kolom
kredit neraca saldo di jumlahkan dengan kolom kredit di penyesuaian.
- Mengisi
Kolom Laba Rugi
Berdasarkan angka dari neraca saldo disesuaikan, dipilih akun pendapatan
dan beban dan dimasukkan ke kolom laporan laba rugi.
·
Saldo akun
nominal sendiri adalah akun yang terdiri dari pendapatan dan beban.
·
Sedangkan
saldo akun riil adalah akun perkiraan selain pendapatan dan beban.
Masukkan saldo akun nominal SAJA dari kolom neraca saldo disesuaikan.
- Menjumlahkan
Kolom Laba Rugi
Jumlahkan seluruh saldo debet maupun kredit pada kolom laba rugi. Hasilnya
adalah selisih antara pendapatan dan beban.
Jika jumlah kolom kredit lebih besar itu artinya laba/keuntungan
perusahaan, dan jika sebaliknya atau jumlah debet lebih besar artinya
rugi/kerugian perusahaan.
- Memeriksa
Setiap Kolom Debit dan Kredit
Langkah terakhir yakni melakukan pengecekan ulang agar seluruh kolom debit
dan kredit jumlahnya seimbang.
Lakukan hal yang sama dengan langkah sebelumnya dengan menjumlahkan
masing-masing kolom pada jenis neraca.
Dengan memasukkan akun dan jumlah saldo masing-masing akun, kecuali pendapatan
beban dan akumulasi penyusutan.
Contoh hasilnya adalah sebagai berikut:
E.
Pengerjaan Neraca Lajur
- Dikerjakan bersamaan dengan aktivitas siklus
akuntansi akhir periode.
- Dikerjakan setelah aktivitas pencatatan (meliputi
pencatatan penyesuaian, penutup, dan pembalik), tetapi dilakukan sebelum
penyusunan laporan keuangan.
- Dikerjakan setelah disusun laporan keuangan.
Neraca lajur berupa kolom atau lajur yang terdiri dari
6, 8, 10, atau 12 kolom sebagai berikut:
Ø Neraca lajur 6 kolom (3 kolom berganda)
Merupakan jenis neraca lajur yang jarang digunakan, umumnya terdiri atas:
- Kolom neraca saldo (debit dan
kredit)
- Kolom rugi/laba
- Kolom
neraca (debit dan kredit)
Ø Neraca lajur 8 kolom (4 kolom berganda)
Merupakan neraca lajur yang biasanya digunakan oleh perusahaan dagang atau
jasa dan terdiri atas:
- Kolom neraca saldo (debit dan
kredit)
- Kolom penyesuaian (adjustment)
- Kolom rugi/laba
- Kolom
neraca akhir
Ø Neraca lajur 10 kolom (5 kolom berganda)
Hampir serupa dengan neraca lajur 8 kolom, yang terdiri atas:
- Kolom neraca saldo (debit dan
kredit)
- Kolom penyesuaian (adjustment)
- Kolom rugi/laba
- Kolom
neraca saldo disesuaikan
Ø Neraca lajur 12 kolom (6 kolom berganda)
Merupakan neraca lajur terlengkap, yang terdiri atas:
- Kolom neraca saldo (debit dan
kredit)
- Kolom penyesuaian (adjustment)
- Kolom rugi/laba
- Kolom neraca saldo disesuaikan
- Kolom laporan modal (debit dan
kredit)
- Kolom neraca (debit dan kredit)



No comments:
Post a Comment