Syam's Tech Insider

Berbagi Informasi Seputar Teknologi

Sponsors

LightBlog

Breaking

Tuesday, December 4, 2018

Akuntansi dan Lingkungannya


NERACA LAJUR
(Resume Materi ke-8, 9)

A.    Pengertian Neraca Lajur

Neraca Lajur atau yang sering disebut juga dengan kertas kerja adalah suatu kertas atau daftar yang digunakan untuk mencatat, menyesuaikan, dan menggolongkan semua akun yang ada di daftar saldo dan dibuat pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan.
Dapat juga diartikan sebagai suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang dirancang secara khusus untuk menghimpun semua data akuntansi dari daftar saldo yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan-laporan keuangan dengan cara yang sistematis.
Kolom dari neraca lajur terdiri dari daftar saldo, penyesuaian, daftar saldo setelah penyesuaian, laba-rugi, dan laporan posisi keuangan (neraca). Neraca lajur bukan merupakan bagian dari catatan akuntansi yang formal dan karena sifatnya tidak formal maka penyusunannya dapat juga dilakukan dengan menggunakan pensil, sehingga mudah dikoreksi apabila terjadi kesalahan.

B.     Manfaat Neraca Lajur

Neraca lajur adalah alat yang berguna untuk memahami arus data akuntansi dari daftar saldo sebelum penyesuaian sampai ke laporan keuangan.
Manfaat pemakaian neraca lajur, antara lain sebagai berikut :
  1. Meringkas Data dalam Mencatat Keuangan
Fungsi pertama dari neraca lajur yakni meringkas data dalam pencatatan keuangan, di mana Anda akan menggolongkan data yang berisi akun keuangan pada perusahaan. Dengan memanfaatkan neraca lajur, data keuangan akan lebih mudah untuk dilihat dan digunakan untuk kebutuhan selanjutnya. Data dibuat ringkas dengan tujuan menunjukkan informasi yang dibutuhkan tanpa proses yang panjang.

  1. Memeriksa Kembali Data
Fungsi kedua dari neraca lajur yakni untuk melakukan pemeriksaan ulang data. Anda dimungkinkan untuk memeriksa kembali data pada pencatatan sebelumnya menggunakan neraca lajur ini, terutama dalam neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Dalam pencatatan keuangan sangat mudah terjadi kesalahan, misalnya saja akibat kesalahan manusia (human error) atau kesalahan perangkat lunak yang digunakan. Oleh karena itu, proses pemeriksaan data yang dilakukan dalam neraca lajur akan dimanfaatkan untuk menghindari kesalahan pencatatan keuangan secara keseluruhan.
  1. Membantu Menyusun Laporan Keuangan
Fungsi yang ketiga sesuai dengan pembahasaan di atas, di mana pencatatan dalam neraca lajur merupakan alat bantu dalam proses pembuatan laporan keuangan.
Hal ini disebabkan adanya data-data dalam neraca lajur yang sudah mencakup seluruh data yang dibutuhkan dalam menyusun laporan keuangan.
Tentunya ini akan sangat memudahkan dan menghemat waktu dalam menyusun laporan keuangan, tanpa perlu mencari data dari sumber yang terlalu banyak.
  1. Menunjukan Prosedur yang Telah Dijalankan
Fungsi terakhir dari neraca lajur adalah untuk menunjukkan prosedur pencatatan keuangan yang telah dijalankan oleh perusahaan. Dengan demikian, hal ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kredibilitas dalam mencatat dan mengelola keuangan dengan benar. Selain itu, jelas bahwa laporan keuangan yang dibuat pun memiliki kredibilitas karena disusun berdasarkan neraca lajur, yang merupakan bagian dari prosedur pencatatan keuangan.

C.    Tujuan Penyusunan Neraca Lajur

  1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
  2. Untuk melihat perkiraanyang terjadi dalam kegiatan perusahaan sehari-hari, sehingga pihak manajemen dapat mengontrol setiap pengeluaran perusahaan dalam menunjuang kegiatan atau operasinya.
  3. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
  4. Untuk mempermudah pencarian kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.

D.    Proses Penyusunan Neraca Lajur

Penyusunan neraca lajur dimulai dari daftar saldo sebelum diadakan penyesuaian dan kemudian dengan memasukkan data-data penyesuaian dapatlah ditentukan data-data yang akan dicantumkan dalam laporan keuangan. Neraca lajur tersebut haruslah disusun secara berkolom-kolom dan untuk perusahaan dagang ataupun jasa biasanya terdiri dari 10 kolom, yaitu :
1.      Kolom daftar saldo yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
2.      Kolom penyesuaian yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
3.      Kolom daftar saldo setelah penyesuaian yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
4.      Kolom laba-rugi yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
5.      Kolom laporan posisi keuangan (neraca) yang terdiri dari kolom Debet (D) dan Kredit (K)
Proses penyusunannya adalah sebagai berikut :
  1. Membuat Format Neraca Lajur
Pertama-tama buat judul ditulis di tengah atas yang terdiri dari:
·         [Nama perusahaan],
·         Neraca lajur, dan
·         Periode penyusunan
Kemudian tentukan jumlah lajur yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, kemudian masukkan format setiap lajurnya seperti contoh berikut:
[Nama Perusahaan]
Neraca Lajur
Periode Penyusunan: …………..


  1. Mengisi Akun-akun Beserta Jumlah Saldo Perkiraan pada Kolom Neraca Saldo
Umumnya mudah terjadi kesalahan pada tahap ini, jadi masukkan secara hati-hati dan lakukan pengecekan ulang
  1. Menjumlahkan Kolom Neraca Saldo
Dalam langkah ketiga ini, pastikan kedua kolom berjumlah seimbang (balance).
  1. Masukkan Informasi Akun-akun yang Telah Disesuaikan
Kemudian, masukkan informasi akun-akun pada jurnal penyesuaian dengan memastikan nama akun/perkiraan yang tidak terdapat pada neraca saldo ditambahkan dibagian bawah dan menyesuaikan dengan kode akunnya.
Jumlahkan saldo jurnal penyesuaian sampai ditemukan angka yang seimbang (balance).
  1. Mengisi Kolom Neraca Saldo Disesuaikan
Untuk mengisi kolom neraca saldo disesuaikan, jumlahkan kolom debet di neraca saldo dengan kolom debet di kolom penyesuaian. Demikian pula halnya dengan kolom kredit neraca saldo di jumlahkan dengan kolom kredit di penyesuaian.
  1. Mengisi Kolom Laba Rugi
Berdasarkan angka dari neraca saldo disesuaikan, dipilih akun pendapatan dan beban dan dimasukkan ke kolom laporan laba rugi.
·         Saldo akun nominal sendiri adalah akun yang terdiri dari pendapatan dan beban.
·         Sedangkan saldo akun riil adalah akun perkiraan selain pendapatan dan beban.
Masukkan saldo akun nominal SAJA dari kolom neraca saldo disesuaikan.
  1. Menjumlahkan Kolom Laba Rugi
Jumlahkan seluruh saldo debet maupun kredit pada kolom laba rugi. Hasilnya adalah selisih antara pendapatan dan beban.
Jika jumlah kolom kredit lebih besar itu artinya laba/keuntungan perusahaan, dan jika sebaliknya atau jumlah debet lebih besar artinya rugi/kerugian perusahaan.
  1. Memeriksa Setiap Kolom Debit dan Kredit
Langkah terakhir yakni melakukan pengecekan ulang agar seluruh kolom debit dan kredit jumlahnya seimbang.
Lakukan hal yang sama dengan langkah sebelumnya dengan menjumlahkan masing-masing kolom pada jenis neraca.
Dengan memasukkan akun dan jumlah saldo masing-masing akun, kecuali pendapatan beban dan akumulasi penyusutan.
Contoh hasilnya adalah sebagai berikut:

E.     Pengerjaan Neraca Lajur

  1. Dikerjakan bersamaan dengan aktivitas siklus akuntansi akhir periode.
  2. Dikerjakan setelah aktivitas pencatatan (meliputi pencatatan penyesuaian, penutup, dan pembalik), tetapi dilakukan sebelum penyusunan laporan keuangan.
  3. Dikerjakan setelah disusun laporan keuangan.
Neraca lajur berupa kolom atau lajur yang terdiri dari 6, 8, 10, atau 12 kolom sebagai berikut:
Ø  Neraca lajur 6 kolom (3 kolom berganda)
Merupakan jenis neraca lajur yang jarang digunakan, umumnya terdiri atas:
  1. Kolom neraca saldo (debit dan kredit)
  2. Kolom rugi/laba
  3. Kolom neraca (debit dan kredit)
Ø  Neraca lajur 8 kolom (4 kolom berganda)
Merupakan neraca lajur yang biasanya digunakan oleh perusahaan dagang atau jasa dan terdiri atas:
  1. Kolom neraca saldo (debit dan kredit)
  2. Kolom penyesuaian (adjustment)
  3. Kolom rugi/laba
  4. Kolom neraca akhir
Ø  Neraca lajur 10 kolom (5 kolom berganda)
Hampir serupa dengan neraca lajur 8 kolom, yang terdiri atas:
  1. Kolom neraca saldo (debit dan kredit)
  2. Kolom penyesuaian (adjustment)
  3. Kolom rugi/laba
  4. Kolom neraca saldo disesuaikan
Ø  Neraca lajur 12 kolom (6 kolom berganda)
Merupakan neraca lajur terlengkap, yang terdiri atas:
  1. Kolom neraca saldo (debit dan kredit)
  2. Kolom penyesuaian (adjustment)
  3. Kolom rugi/laba
  4. Kolom neraca saldo disesuaikan
  5. Kolom laporan modal (debit dan kredit)
  6. Kolom neraca (debit dan kredit)

No comments:

Post a Comment